Halo! Sudah lama ya saya gak nulis lagi di blog. Bukan, bukan karena sibuk. Tapi berhubung saya orangnya gampang kecapekan, tiap malam gak pernah sempat buat ngapa-ngapain lagi selain menghempaskan diri dikasur.
Semua post baru di blog ini juga saya hapus, rasanya kurang menceritakan, jadi sekali lagi ingin saya ulang dari nol. Gak papa kan ya?
Hari ini saya dan keluarga pergi jalan-jalan ke Kuntum Farmfield, letaknya di Ciawi. Sebenarnya dulu sempat mau kesana dengan ibu, tapi karena kesorean akhirnya nggak jadi. Saya kira perginya kami sekeluarga hari ini tuh karena ibu inget bahwa kita gajadi kesana, jadinya pingin dijadiin. Eh, tapi ternyata family gathering dari klinik bersalin tempat ibu kerja. Yah, yang penting akhirnya ke Kuntum juga!.
Kami, sampai disana pas sudah rada siang. Maklum, persiapannya selalu lama. Kan anaknya cewek semua, hihi. Disana sudah lumayan ramai, tapi gak seramai kalau kita ke Dufan kok. Setelah parkir, kami langsung menuju semacam lobi depannya gitu, dimana banyak dijual souvenir semacam bunga-bunga dan susu sapi. Bunganya cantik. Tapi saya berani jamin, kalau sudah dibawa pulang, semingguan saja pasti sudah mati.
Melewati sebuah kolam ikan samping lobi, disitulah pintu masuk ke farmfield yang sebenarnya berada. Yay!
Untungnya tiketnya sudah dibelikan oleh pihak klinik, jadinya kami tinggal duduk-duduk sebentar, lalu bisa masuk. Di pintu masuk itu disediakan berbagai ukuran topi petani, yang sebenarnya ada namanya tapi saya gak tau. Biar lebih terasa ke-pertanian-annya dan bagus untuk berfoto-foto, lebih baik dipakai saja, hihi.
Begitu masuk, kami langsung disambut oleh kandang kambing. Ribut. Banyak anak kecil sedang memberikan susu ke kambing-kambing tersebut. Caranya? Pake dot khusus untuk kambing. Hebat banget kambing-kambing disini, sangat modern.
Kambingnya gak tertarik sama saya.
Lanjut dari situ, ada tempat dimana para pengunjung bisa membeli makanan khusus hewan-hewan disana. Semuanya serba 5.000, kecuali untuk susu bayi sapi, yang harganya 10.000. Bagaikan berada di VANQIS!. Di tempat itu juga ada kandang untuk para bola bulu, eh, maksud saya kelinci. Lucu sekali mereka, banyak yang saling timpa-menimpa, dan ada juga yang sedang tidur sambil memojokkan diri ke dinding kayu. Andaikan mereka bisa diajak pulang...
Selain kelici, ada kandang marmut dan hamster juga disitu. Tapi saya gak berani main-main sama marmut, soalnya kata adik saya marmut itu ganas. Mungkin mereka sebenarnya sedang memikirkan aksi balas dendam pada umat manusia karena keseringan dijadikan alat percobaaan ya. Seram.
Di kandang hamster, saya menemukan seorang teman kecil yang sangat senang memanjat sangkarnya.
Semangat!!
Di belakang tempat penjualan itu, ada kandang sapi. Pastinya kurang mengenakkan untuk dilihat karena pengunjung mendapatkan full-view pemandangan lantainya yang penuh ampas makan pagi hewan mamalia tersebut. Yuck.
Notice me, moo-chan!
Mengingat bahwa kami sebenarnya sedang dalam rangkaian acara family gathering, kami pergi ke tempat berkumpul dahulu sebelum keliling-liling lagi nanti. Kebanyakan anak dari rekan-rekan ibu masih sangat kecil. Hanya satu orang yang umurnya sepantaran saya, dan itupun cowok. Gengsi ah kalau mau kenalan.
Jadi setelah makan snack dan ngobrol-ngobrol sebentar, saya menemani adik-adik untuk mulai berjalan lagi. Sinar matahari semakin terasa panasnya tapi tidak menyurutkan semangat kami untuk melihat hewan-hewan lainnya.
Apakah ini soang atau angsa?
Isinya ternyata memang cuma sedikit. Walaupun saya tidak mengikuti kegiatan pemerahan susu sapi yang sudah dilakukan saat pagi ataupun berkebun. Bukan berarti hari ini tidak menyenangkan kok. Saya bahagia bisa banyak berfoto dengan hewan-hewan lucu, dan pulang dengan kulit sedikit belang serta bermandikan keringat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar