Lama tidak bertemu! Saya sedang berusaha menata ulang hidup saya yang jalanya sungguh amburadul, tidak teratur. Doakan saja ini gak jadi wacana semata ya. Soalnya ini masa-masa krusial bagi saya. Kenapa? Karena saya sudah di-ambang pintu keluar dari SMA. Gak terlalu dekat sih, tapi cukup dekat untuk sewajibnya dikhawatirkan dari sekarang.
Kalau boleh jujur, saya sungguh merasa pesimis. Tujuan saya sekarang sudah mantap, FK. Seperti ibu, seperti om, seperti orang-orang disana yang nantinya bisa menyembuhkan banyak orang lainnya. Masalahnya adalah bagaimana saya bisa kesana dengan nilai yang pas-pasan. Serius, nilai saya itu pas-pasan. Cuma 81 (Dari tiga semester, sedang menunggu yang ke empat dan mengusahakan yang ke lima). Kalau mau mengambil sisi positifnya sih, untung saja bukan 7. Tapi 81 saja tidak cukup, saat rata-rata saingan saya itu 85-87. Itu jauh. Saya takut saya gak bisa mengejar. Belum lagi, saya gak punya prestasi lomba-lomba macam begitu lah.
Bukan berarti saya menyerah sih. Saya masih gamau menyerah. Karena saya masih bisa usaha, dan walaupun kelihatannya sangat gak mungkin juga, saya masih punya tuhan. Setidaknya usaha dulu, Insyaallah nanti terbantu, katanya. Apalagi ketika saya menemukan satu bait ini dari sebuah puisi:
Do not go gentle into that good night,
Old age should burn and rave at close of day;
Rage, rage against the dying of the light.
Hasil karya Dylan Thomas, yang saya temukan saat menonton Interstellar. Lumayan menjadi motivasi lho. Iya iya. Mungkin saya gak punya peluang. Benar-benar gak ada. Tapi apa gunanya kalau saya cuma diam? Setidaknya kalau saya usaha, saya meninggalkan sebuah perlawanan, sebuah percikan. Dan itu saja buat saya cukup, sebagai sebuah bukti eksistensi.
Ah, dengan itu, sekarang saya hanya bisa berdoa. Menunggu semoga nilai semester empat bagus. Bersiap-siap agar bisa mengusahakan semester lima berakhir dengan cemerlang, hingga 81 itu setidaknya bisa menjadi 85.
Bismillah for FKUNS or FKUNPAD!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar