Dahulu, sebelum saya sadar ternyata saya adalah seorang prefeksionis, saya pikir prefeksionisme itu hanya sekadar begitu saja; keharusan untuk segala hasil yang ingin dicapai sesempurna mungkin. Tapi ternyata, kalau dikombinasikan dengan low self-esteem and a little dash of laziness, hasilnya lumayan membuat depresi. Mix those three, and voila! you get someone like me.
Lelah sekali, malah sampai ingin menangis sebenarnya, maaf cengeng. Jujur, untuk saya ini sangat menyebalkan dan membuat sedih. Saya sebal dengan bagaimana saya bisa sangat terganggu hanya karena tulisan saya tidak simetris. Bagaimana saya bisa sangat muak hanya melihat tulisan yang saya hias sedemikian rupa tidak sesuai standar, tidak sebagus yang diperkirakan dalam pikiran. Bahkan, bagaimana karangan yang seharusnya berisi curahan hati saya masih terasa jelek dan tidak pantas untuk dibaca.
Dan akhirnya, hapus, robek, dan buang. Hancurkan saja semuanya. Hal-hal yang tadinya ingin saya kerjakan pun juga harus dihentikan, karena mau diapakan pun hasil karya saya tidak akan ada bagusnya di mata saya. Hanya yang saya anggap sempurnalah yang akan saya terima, itupun dengan tambahan proses yang berjalan mulus tanpa hambatan.
Kenapa sih saya harus menjadi orang yang sebegininya? Yang standarnya terpaku pada hasil milik orang lain, karena saya tidak cukup percaya diri untuk menjadikan hasil saya sendiri sebagai standar. Pasti harus terus dibandingkan dengan milik orang; yang jelas saja, sulit untuk dipenuhi. Sesuatu yang saya buat dan dibandingkan dengan milik orang tidak akan pernah masuk kategori sempurna di mata saya. Karena buatan saya memang cerminan diri saya, dan milik orang ya milik mereka, Tidak
mungkin identik sampai ke detil-detilnya.
Sayang bakat-bakat saya; skill berbahasa inggris, menggambar, kreatifitas, dan banyak lagi, yang saya tidak kembangkan hanya karena dirasa belum sempurna untuk ditunjukkan.
Menulis surat untuk diri sendiri boleh kan?
Dear Nasywa Florean,
It's okay to be a perfectionist. But please, banish those toxic thoughts of you being less than anyone else. You are not.
Remember that. You are as good as other people at many things, or better even.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar